Taipei, 30 Oktober 2014
Merubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang baik, tak seperti membalikkan telapak tangan, apalagi jika keburukan tersebut sudah menjadi adat / kebiasaan. Butuh perjuangan dan proses yang panjang dan tentu banyak godaan dan rintangannya.
Seperti hidup ini, bagai teka teki yang sangat sulit untuk kita pecahkan, seperti sandiwara tanpa ada arahan dan skenarionya, yang pasti kita tahu peran kita masing-masing sebagai manusia, mahluk bumi, seorang hamba pada Tuhannya.
Memang sangat simple untuk diucapkan akan peran kita, namun tak semudah itu untuk menjalaninya terutama tetap dalam jalan yang lurus, kebenaran, kejujuran. Ya, memang banyak cara untuk kita menjadi lebih baik, untuk mendidik hati dan diri kita agar menjadi lebih baik, tapi menuntuntunnya dan merubahnya agar benar-benar hati dan jiwa kita mampu menyerapi semua itu sungguh sebuah perjuangan yang sangat sulit, apalagi untuk Istiqomah, sangat -sangat butuh perjuangan, kegigihan, kesabaran yang besar untuk mencapainya.
Setiap orang mempunyai sejarah dan masa lalu masing-masing, baik itu tentang kebaikan, keburukan, penyesalan, atau apa saja yang pernah kita alami. Sesungguhnya setiap sejarah pasti akan meninggalkan pesan, baik itu positif dan negatif, tergantung bagaiman pandai-pandai kita untuk memilih dan merenungkannya, kemudian belajar dari apa yang telah terjadi.
Jatuh, bangun, susah, senang, pahit, manis adalah rasa, warna dalam kehidupan ini. Semua orang pasti merasakannya, tidak mungkin tidak. Namun banyak hal kecil yang sering kita lupakan begitu saja, kemudian ketika kita sedang diterjang suatu masalah, kita merasa hidup ini tak bahagia.
Padahal kebahagiaan itu selalu mengikuti kesusahan. " tidak ada yang abadi di dunia ini"
Coba kita fikirkan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar